Posted by idamaryati on February 25, 2009
Efektifitas Pelaksanaan Senam Nifas Dalam Menurunkan Gejala Postpartum Blues Pada Ibu Postpartum Di Rumah Sakit Al-Islam Bandung
Muhammad Andrian Senoputra* Ida Maryati** Maria Komariah **
Abstrak
Saat ini masalah kesehatan mental telah menjadi masalah global yang terus berkembang. Salah satunya adalah gejala psikologis yang menyertai seorang wanita postpartum yang disebut postpartum blues. Berbagai studi mengenai postpartum blues melaporkan angka kejadian yang cukup tinggi dan sangat bervariasi antara 26-85%. Hal ini seringkali dianggap sesuatu yang biasa, namun saat ini beberapa data dan berita menunjukkan terjadi peningkatan masalah ini, pembunuhan pada anak serta kejadian psikosis postpartum meningkat dari 1-2 menjadi 2-4 dari 1000 ibu melahirkan. Beberapa pendekatan dapat dilakukan untuk mencegah mengatasi hal tersebut diantaranya melalui dukungan secara langsung dan psikologis dari keluarga, maupun melalui pendekatan perbaikan fungsi fisik melalui latihan fisik, salah satunya adalah senam nifas.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efektifitas pelaksanaan senam nifas dalam menurunkan gejala postpartum blues pada ibu postpartum di Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Jenis penelitian ini adalah Pre Eksperimental dengan teknik sampling yang digunakan adalah Purposive Sampling dengan jumlah sampel 32 orang. Pengumpulan data diperoleh menggunakan angket atau kuesioner yang diadopsi dari Kennerley and Gath Blues Scale.
Hasil penelitian ini menunjukkan terdapat penurunan gejala postpartum blues setelah dilakukannya senam nifas selama 3 hari. Dari hasil perhitungan uji statistik dengan menggunakan uji Wilcoxon Match Pairs, diperoleh hasil signifikansi sebesar 0,000, dimana bila hasil dari perhitungan kurang dari 5% maka Ho ditolak dan Ha diterima. Hal ini berarti menunjukkan bahwa latihan fisik senam nifas efektif dalam menurunkan gejala postpartum blues. Berdasarkan hasil yang dikemukakan diatas, maka senam nifas dapat dijadikan sebagai salah satu alternatif untuk menurunkan atau mengurangi gejala pada ibu yang mengalami postpartum blues dengan mencoba melakukan senam nifas secara teratur sesuai dengan waktu dan prosedur yang telah ditentukan oleh terapis.
Kata Kunci : Senam nifas, Postpartum Blues
* Alumni FIK UNPAD
** Staff Edukatif FIK UNPAD



dewi said
mbkkkkkkkkk q lagi bingng neeeeeee judul kti q……..tingkat pengetahuan suami tentang post partum blues tapi aq gak da judul judul buku sama sekali buat referensi……..kirim ke mailq yaaaaa judul bukunya apa aja.pliiiiiiiiiiiis
dewi said
pliiiis kriman judul buku refrensi buat post partum blues
idamaryati said
Ini beberapa referensi yang bisa dibaca tentang postpartum blues:
1. Women’s Health: Principles and Clinical Practice
Oleh Janet P. Pregler, Alan H. DeCherney
Diterbitkan oleh PMPH-USA, 2002
(hal 190) bisa dilihat di web http://books.google.co.id/books?id=zC99_it1C5YC&dq=post+partum+blues&ei=MX-uSdnNGIfCzgSfrM2uCA
2. The Darkest Days of My Life: Stories of Postpartum Depression
Oleh Natasha S. Mauthner
Diterbitkan oleh Harvard University Press, 2002
(hal 25), bisa dilihat di website http://books.google.co.id/books?id=vghgchgIMWkC&pg=PA25&dq=post+partum+blues&ei=D4euSenQD5WyyQSB0onXAw#PPA19,M1
3. Textbook of Basic Nursing
Oleh Caroline Bunker Rosdahl, Mary T. Kowalski
Diterbitkan oleh Lippincott Williams & Wilkins, 2007
(hal 964), bisa dilihat di website http://books.google.co.id/books?id=odY9mXicPlYC&pg=PA964&dq=post+partum+blues&lr=&ei=8YyuSZWkLIyuyASFhMmQBQ
Sebetulnya masih banyak kok referensi yang lain, semoga ini bisa sedikit membantu untuk menyelesaikan KTI nya, tetep semangat……
Imam Al-Banna said
waduh, hehe, langsung diaplikasikan ya..
iya, pake 3 kolom. Coba liat yang http://ilmukeperawatan.wordpress.com, search di google dengan keyword ‘ maternitas ‘ , nah kalo bisa diganti pake yang model 3 kolom gitu Bi..
idamaryati said
Ok,,,tx for sarannya ya,,,
anonymous said
Assalaamu’alaykum..
Wah.. bagus2 sekali artikelnya… Tetep SEMANGAT!
Rosulullah berwasiat : “Hendaklah engkau sampaikan kepada manusia apa yang telah engkau ketahui dan mereka belum mendapatkan apa yang engkau sampaikan. Cukup sebagai kekurangan bagimu jika engkau tidak mengetahui apa yang telah diketahui manusia dan engkau membawa sesuatu yang telah mereka dapati (ketahui).”